Penerapan Ilmu Komunikasi
Komunikasi merupakan salah satu
aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Proses komunikasi itu sendiri
sudah terjadi beribu-ribu abad sebelum masehi. Tapa kita sadari, tidak
ada satu hari pun yang kita lewati tanpa berkomunikasi. Pentingnya
komunikasi juga bisa kita lihat dari perkembangan yang pesat dari Ilmu
Komunikasi itu sendiri, juga aplikasi dan implikasinya.
Penerapan Ilmu Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari dinilai sangat
penting dan berguna. Kita, sebagai para Sumber Daya Manusia Ilmu
Komunikasi, diharapkan dapat menjadi yang pertama dalam melaksanakan hal
tersebut.
Banyak sekali bidang yang menjadi objek kajian Ilmu Komunikasi. Antara
lain penyiaran, jurnalistik, periklanan, fotografi, hubungan masyarakat,
dan lainnya. Dari masing-masing bidang tersebut, banyak hal yang dapat
kita aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, setelah
mempelajari jurnalistik atau penyiaran, kita harus lebih unggul dibandng
masyarakat awam dalam menerima informasi-informasi yang diberitakan
oleh media massa. Dengan mempelajari penyiaran dan jurnalistik, kita
dituntut untuk menjadi masyarakat informasi yang “melek media”, sehingga
dapat meningkatkan kualitas masing-masing individu. Selain itu, kita
juga dibentuk menjadi individu-individu yang mampu berpikir kritis dan
rasional terhadap berbagai kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita.
Lalu, dalam bidang hubungan masyarakat, kita sebagai SDM Ilmu Komunikasi
tentunya harus lebih pandai dalam hal bersosialisasi dan menjalin
hubungan dengan masyarakat, karena kita diajarkan tentang aturan,
etiket, dan estetika dalam bersosialisasi. Orang yang mempelajari Ilmu
Komunikasi, khussnya di bidang Hubungan Masyarakat, akan terlihat sangat
berbeda dengan orang awam, dalam hal berkomunikasi, bersikap, dan lain
sebagainya.
Masih banyak lagi aspek dari Ilmu Komunikasi yang dapat kita terapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Dapat kita mulai dari langkah kecil, yakni
melakukan komunikasi yang efektif, sebagaimana menjadi hal pertama yang
diajarkan ketika kita mempelajari Ilmu Komunikasi. Komunikasi yang
efektif tidak melulu menggunakan kosa-kata yang baku; melainkan
menggunakan tata karma yang sudah seharusnya. Hal ini tentu membuat
proses komunikasi yang dilakukan terkesan lebih sopan, lebih efisien,
dan secara tidak langsung meningkatkan nilai berharga bahasa Indonesia.
Masyarakat pada umumnya mungkin tidak akan menerapkan Ilmu Komunikasi
dalam kehidupan sehari-harinya. Sangat wajar, karena memang tidak
seluruh masyarakat mempelajari Ilmu Komunikasi. Namun kembali lagi
seperti yang sudah disebutkan di atas, kita sebagai SDM Ilmu Komunikasi,
diharapkan dapat menjadi yang pertama dalam melaksanakan hal tersebut,
sehingga dapat meningkatkan kualitas individu-individu bangsa.
Komentar
Posting Komentar